Mio 2006 (Buah Batu) Triple XL

INSPIRASI untuk melakukan modifikasi bisa diperoleh dengan berbagai cara. Mulai dari sering ngobrol ama temen hingga liat majalah, bisa jadi salah satu alternatif yang bisa mengaplikasikan dalam modifikasi.

Sama halnya dengan Pebie, yang tidak lain Promo Divition Demochist. Dia mengaku, kesengsem dengan salah satu tampilan motor di salah satu majalah. Lajang yang akrab disapa friend Ai ini pun, tidak menunggu lama untuk melakukan transformasi pada Mio 2006 miliknya.

“Awalnya saya lihat dari majalah, tapi saya ngga pernah nyangka kalau hasilnya bakal kayak gini,” ungkapnya.

Boleh jadi, perubahan yang ada pada Mio ini akan menjadi trend baru buat matic. Sebab, konsep yang dipake emang terbilang jarang.

Sebagai perbandingan, motor pabrikan tiga garputala ini, berubah total dari bentuk asli na. Tampilan sporty disulap menjadi the big ekstreem Mio. Tak hanya berubah bentuk, ukuran pun berubah menjadi sangat besar.

Karena konsep yang diinginkan Pebie terbilang sangat ekstrim, banyak rumah modifikasi yang tidak sanggup untuk menangani. Tapi, setelah mencari kesana-kemari, akhirnya bujangan berambut panjang ini, menemukan bengkel yang sanggup untuk mengerjakan harapannya itu.

“Sebelumnya ngga ada bengkel yang sanggup buat ngerjain motor ini, tapi akhirnya A2M dan Signal sanggup untuk ngerjain motor ini,” tandasnya.

Walaupun dikerjakan oleh 2 bengkel, proses pengerjaan Mio badag ieu cukup makan waktu lama, yaitu sekitar 8 bulan. Tak hanya butuh waktu yang lama, kocek yang dikeluarkan pun emang cukup fantastis, yaitu sekitar 75 juta. Dahsyat pisan Mang..

Setelah menunggu lama, Pebie langsung menunggangi motor Mio-nya yang udah disulap. Tapi, karena berat dan kurang nyaman saat ditunggangi, akhirnya motor ini pun lebih banyak disimpan di “kandang”.

“Niatnya sih buat dipake sehari-hari, tapi karena ribet, berat dan takut kalau kehujanan, jadi saya jadikan display di distro Demochist aja,” ucap sang empu.

Sementara itu, akibat perubahannya yang edun, hampir setiap orang yang melihat motor ini bertanya-tanya dan ngga ada yang nyangka kalau motor berukuran besar ini Yamaha Mio. Gia

Spesifikasi

Body : Yanto Fiber

Velg : Mono block

Cakram : Custom

Suspensi : Air Suspension-Turgatetsu

Ban Depan : Delitire

Ban Belakang : Proxes

Knalpot : XGP

Audio : Full Speak

Monitor : Navitex

Monitor Two In One

Konsep ekstrim yang diterapkan sang modifikator memang sangat unik, terutama pada bagian monitor. Hampir enggak ada yang nyamain dengan konsep yang diusung Pebie ini.

Kalau ngeliat secara langsung, kemungkinan bakalan enggak ada yang nyangka kalau dua monitor yang berada di bawah stang ini, Two In One function. Selain berfungsi untuk menonton film dan video klip favorit, monitor ini pun berfungsi juga untuk spion. Asa inget film James Bond, hehe…

Seperti halnya kamera yang digunakan untuk motor-motor balap yang disiarkan langsung di Teve, kamera untuk spion ini, disimpan di atas lampu belakang. Gia

Maskot Demochist

Karena merasa ribet untuk ditunggangi dan takut kehujanan, motor domba berbulu serigala milik Promo Divition Demochist ini, akhirnya dijadikan display di Distro Manalica Ulubiunk Concept yang berada di jl. Trunojoyo.

Tak hanya dijadikan display, motor pabrikan Yamaha ini pun berfungsi sebagai sumber hiburan. Selain pemanis ruangan, Mio kajajaden ini berfungsi sebagai sound system ruangan. Gia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: